Array
Welcome To Portal Komuniti :: Ukhwah.com

  Create An Account Home  ·  Topik  ·  Statistik  ·  Your Account  ·  Hantar Artikel  ·  Top 10 02-07-2022  

  Login
Nickname

Password

>> Mendaftar <<

  Mutiara Kata
Ibnu al-Qayyim al-Jauziyah pernah berkata: Tidak dimungkiri bahawa hati itu dapat berkarat seperti berkaratnya besi dan perak. Alat yang dapat membersihkan hati berkarat adalah zikir. Zikir dapat membersihkan hati berkarat sehingga dapat berubah menjadi bening seperti cermin yang bersih. Apabila seseorang meninggalkan zikir, hatinya akan berkarat. Dan apabila ia berzikir, hatinya akan bersih.
--

  Menu Utama

  Keahlian Ukhwah.com
Terkini: navratan
Hari Ini: 0
Semalam: 0
Jumlah Ahli: 43152

  Sedang Online
Sedang Online:
Tetamu: 51
Ahli: 0
Jumlah: 51




  Yang Masuk Ke Sini
muslimin23: 19 hari yang lalu
Daeng_Jati: 40 hari yang lalu
Kang: 44 hari yang lalu


Bincang Agama
Topik: Kisah Penjual Tempe


Carian Forum

Moderator: ibnu_musa, Administrator, ABg_IMaM
Portal Komuniti :: Ukhwah.com Indeks Forum
  »» Bincang Agama
    »» Kisah Penjual Tempe

Please Mendaftar To Post


Oleh Kisah Penjual Tempe

IdzwanFirdaus
Warga 2 Bintang
Menyertai: 11.06.2003
Ahli No: 1319
Posting: 48
Dari: UUM

Johor  


posticon Posting pada: 09-08-03 03:38


Akum.. Sila baca dan renungkan..

Peristiwa terjadi di sebuah desa di Jawa Tengah. Seorang ibu adalah penjual tempe di desanya. Tempe merupakan mata pencariannya. Pada suatu hari, seperti biasanya, pada saat ia akan pergi ke pasar untuk menjual tempenya, ternyata pagi itu, tempe yang terbuat dari kacang kedele itu masih belum jadi tempe iaitu masih setengah jadi. Ibu ini sangat sedih hatinya. Sebab jika tempe tersebut tidak jadi berarti ia tidak akan mendapatkan wang karena tempe yang belum jadi tentunya tidak laku dijual. Padahal mata pencarian si ibu hanyalah dari menjual tempe.

Dalam suasana hatinya yang sedih, si ibu yang memang kuat beribadah teringat akan firman Tuhan yang menyatakan bahwa Tuhan dapat melakukan perkara yg ajaib, bahwa bagi Tuhan tiada yang mustahil. Lalu iapun mengangkat kedua tangannya berdoa Tuhan, aku mohon kepadaMu agar kedele ini menjadi tempe, Amin. Demikian doa singkat si Ibu yg dipanjatkannya dengan sepenuh hatinya. Ia yakin dan percaya pasti Tuhan menjawab doanya. Lalu, dgn tenang ia menekan dengan ujung jarinya bungkusan tempe tersebut. Dgn hati yg berdebar ia mulai membuka bungkusannya untuk melihat mukjijat kedele jadi tempe. Lalu apa yg terjadi dia mendapati bahwa kedele tersebut masih tetap kedele.

Si Ibu tidak kecewa. Lalu kembali ia mengangkat kedua tgnnya berdoa "Tuhan, aku tahu bahwa bagiMu tiada yang mustahil. Tolonglah aku supaya hari ini aku bisa berdagang tempe karena itulah mata pencarianku. Aku mohon Tuhan jadilah ini menjadi tempe, Amin". Dengan berharap iapun membuka bungkusan tersebut. Lalu apa yang terjadi? Dengan kaget ia melihat bahwa kacang kedele tersebut masih tetap begitu! Sementara hari semakin siang, dimana pasar tentunya akan semakin ramai. Si ibu dengan tidak merasa kecewa atas doanya yang belum terkabul, merasa bahwa sebagai langkah iman ia akan tetap pergi ke pasar membawa keranjang berisi barang dagangannya itu. Ia berpikir mungkin mujijat Tuhan akan terjadi dlm perjalanannya ke pasar. Lalu iapun berangkat ke pasar. Sebelum beranjak dr rumahnya, ia sempat utk mengangkat tangannya dan berdoa. "Tuhan, aku percaya, Engkau akan mengabulkan doaku sementara aku berjalan ke pasar, Amin".

Di sepanjang perjalanan ia tidak lupa membaca doa. Tidak lama kemudian sampailah ia di pasar. Dan seperti biasa ia mengambil tempat untuk berjual. Ia yakin bahwa tempenya skrg pasti sudah jadi. Lalu iapun membuka keranjangnya dan pelan-pelan menekan dgn jarinya bungkusan yg ada. Perlahan ia membuka sedikit daun pembungkus dan melihat isinya. Apa yang terjadi? Ternyata tempenya benar-benar belum jadi!

Si Ibu menelan ludahnya. Ia tarik napas dalam-dalam. Ia mulai kecewa pada Tuhan karena doanya tidak dikabulkan. Ia merasa Tuhan tidak adil. Tuhan tidak kasihan kepadanya. Ia hidup hanya mengandalkan hasil menjual tempe saja. Selanjutnya, ia hanya duduk saja tanpa menjual dagangannya karena ia tahu bahwa tidak ada orang mau membeli tempe yang masih setengah jadi. Hari semakin siang dan pasar sudah mulai sepi. Ia melihat dagangan temannya sudah hampir habis. Si ibu tertunduk lesu. Ia hanya bisa termenung dengan rasa kecewa. Yg pasti hari itu ia tidak akan mendapat wang walau sesenpun.

Tiba2 ia dikejutkan dgn sapaan seorng wanita. "Bu! Maaf ya, saya mau tanya. Apakah ibu menjual tempe yang belum jadi??" Dr tadi saya sudah keliling pasar mencari. Seketika si ibu tadi terperanjat. Ia kaget. Sebelum ia menjawab sapaan wanita, dalam hati cepat-cepat ia berdoa "Tuhan saat ini aku tidak perlu tempe lagi. Biarlah daganganku ini tetap seperti awalnya, Amin". Tapi ia tidak berani menjawab wanita itu. Ia berpikir jangan2 sewaktu ia duduk termenung tadi, tempenya sudah jadi. Jadi ia dalam posisi ragu-ragu untuk menjawab ya kepada wanita itu. "Bagaimana nih?" ia pikir. "Kalau aku katakan iya, jangan-jangan tempenya sudah jadi. Siapa tahu tadi sudah terjadi mukjijat Tuhan?" Ia kembali berdoa dalam hatinya, "Ya, Tuhan, biarlah tempeku ini tidak usah jadi tempe lagi. Sudah ada orang yang kelihatan mau beli. Tuhan dengarkanlah doaku ini.." ujarnya berkali-kali. Lalu, sebelum ia menjawab wanita itu, ia pun membuka sedikit daun penutupnya. Lalu apa yang dilihatnya??

Ternyata benar tempenya belum jadi. Ia bersorak dalam hatinya."Alhamdulillah". Singkat cerita wanita tersebut memborong semua dagangan si ibu itu. Sebelum wanita itu pergi, ia penasaran kenapa ada org yg mau beli tempe yg belum jadi. Ia bertanya kpd si wanita. Wanita itu mengatakan bahwa anaknya di Mesir kepingin tempe dari desa. Kerana tempenya akan dikirim ke Mesir ia harus membeli tempe yang belum jadi, supaya setibanya di Mesir tempenya sudah jadi. Kalau tempe yg sudah jadi yang dikirim maka setibanya di Mesir tempe tersebut sudah tidak bagus & rasanya sudah tidak enak lagi.

Pengajaran: Kita sering memaksa kehendak kita kpd Tuhan padahal Tuhan lebih mengetahui apa yg kita perlukan. Tuhan menolong kita dgn caraNya yang sama sekali di Luar perkiraan kita. Percayalah bhw Tuhan akan menjawab doa kita sesuai dengan rancanganNya.

[ Posting ini telah di edit oleh: IdzwanFirdaus pada 2003-08-09 15:39 ]

Bookmark and Share

    


  Member Information For IdzwanFirdausProfil   Hantar PM kepada IdzwanFirdaus   Pergi ke IdzwanFirdaus's Website   Quote dan BalasQuote

AnisAqilah
Warga 4 Bintang
Menyertai: 16.06.2003
Ahli No: 1446
Posting: 261
Dari: Terengganu

Terengganu  


posticon Posting pada: 09-08-03 08:46


Masya Allah..
lihatlah kuasa Allah..sifat pengasih pada hambanya tak pernah luntur walau seketika..
di mana-mana, pasti ada rahmat-Nya yang dapat dinikmati..tapi kita sebagai manusia tak pernah puas dengan apa yang ada..
bersyukurlah dengan apa yang ada..



** Puteri Impian....nak gapai bintang di langit**

[ Posting ini telah di edit oleh: AnisAqilah pada 2003-08-09 08:50 ]

Bookmark and Share

    


  Member Information For AnisAqilahProfil   Hantar PM kepada AnisAqilah   Pergi ke AnisAqilah's Website   Quote dan BalasQuote

Member Messages

Forum Search & Navigation

 

Log in to check your private messages

Silakan Login atau Mendaftar





  


 

[ Carian Advance ]

Jum ke Forum 




Datacenter Solution oleh Fivio.com Backbone oleh JARING Bukan Status MSCMyPHPNuke Portal System

Disclaimer: Posting dan komen di dalam Portal Komuniti Ukhwah.com ini adalah menjadi hak milik ahli
yang menghantar. Ia tidak menggambarkan keseluruhan Portal Komuniti Ukhwah.com.
Pihak pengurusan tidak bertanggung jawab atas segala perkara berbangkit
dari sebarang posting, interaksi dan komunikasi dari Portal Komuniti Ukhwah.com.


Disclaimer: Portal Komuniti Ukhwah.com tidak menyebelahi atau mewakili mana-mana parti politik
atau sebarang pertubuhan lain. Posting berkaitan politik dan sebarang pertubuhan di dalam laman web ini adalah menjadi
hak milik individu yang menghantar posting. Ia sama-sekali tidak ada
kena-mengena, pembabitan dan gambaran sebenar pihak pengurusan Portal Komuniti Ukhwah.com

Portal Ukhwah
Hakcipta 2003 oleh Ukhwah.com
Tarikh Mula: 14 Mei 2003, 12 Rabi'ul Awal 1424H (Maulidur Rasul)
Made in: Pencala Height, Bandar Sunway dan Damansara Height
Dibina oleh Team Walasri




Loading: 0.096795 saat. Lajunya....