Array
Welcome To Portal Komuniti :: Ukhwah.com

  Create An Account Home  ·  Topik  ·  Statistik  ·  Your Account  ·  Hantar Artikel  ·  Top 10 03-12-2021  

  Login
Nickname

Password

>> Mendaftar <<

  Mutiara Kata
Manusia akan mati sekali sahaja, tetapi orang yang berhutang akan mati berkali-kali
-- Peribahasa India

  Menu Utama

  Keahlian Ukhwah.com
Terkini: navratan
Hari Ini: 0
Semalam: 0
Jumlah Ahli: 43152

  Sedang Online
Sedang Online:
Tetamu: 54
Ahli: 0
Jumlah: 54




  Yang Masuk Ke Sini
Muslim1987: 6 hari yang lalu


Bincang Agama
Topik: Jamaah Salafy Dimata Yusuf Qardhawi


Carian Forum

Moderator: ibnu_musa, Administrator, ABg_IMaM
Portal Komuniti :: Ukhwah.com Indeks Forum
  »» Bincang Agama
    »» Jamaah Salafy Dimata Yusuf Qardhawi

Please Mendaftar To Post


Oleh Jamaah Salafy Dimata Yusuf Qardhawi

abu_muaz
Warga 4 Bintang
Menyertai: 21.05.2004
Ahli No: 9096
Posting: 224
Dari: Riau - Indonesia

indonesia  


posticon Posting pada: 21-04-05 23:04



Salah satu pegiat kebangkitan Islam ialah Jamaah Salafy. Anda bisa menyebutnya “Jamaah Jamaah Salafiyin karena kaum Salafyun pada hakikatnya tidak pernah menjadi satu jamaah/kelompok saja.

Siapakah Kaum Salafiyun?

Pada kenyataanya tidak ada institusi formal menjadi tampat bernaung kaum salafiyun. Sebab mereka adalah aliran umum yang tidak terbentuk dalam perkumpulan perkumpulan. Kecuali di beberapa negara dan beberapa waktu saja. Sebutlah sebagai misal : Jamaah Anshar Assunnah Al Muhammadiyah di Mesir dan Sudan ataupun Jum’iyyah Ihya At Turast Al Islami di Kuwait.

Istilah salafiyun adalah terminologi baru yang penulis sendiri tidak tahu kapan tersebar pengunaanya. Jauh sebelum ini istilah tersebut biasanya diidentikkan dengan Ahlul Hadist, Ahlul Atsar ataupun para pengikut Ahmad bin Hanbal yang mewarisi aliran Ahlul Hadist sebagai anatonim dari Ahlul Kalam dalam akidah serta Ahl Ar ra’yi dalam fiqih. Dan sepanjang sejarah entah berapa banyak perbedaan serta pertentangan teori ( kadang kadang juga praktek ) yang terjadi antara para pengikut Ahmad bin Hanbal dengan pengikut aliran lainnya. Baik itu dari kalangan Al Asy’ariyah maupun Al Maturidiyah.

Inti perselisihan antara Salafiyun dan kelompok2 diseberangnya terfokus pada boleh tidaknya penafsiran terhadap ayat ayat maupun Hadist sifat yang berkaitan dgn Allh SWT yang dapat menyamakanNya dengan makhluk. Misalnya firman Allah SWT “(Yaitu) Tuhan Yang maha Pemurah Yang bersemayam di Arrasy ( Thaha : 5 ). Atau tentang turunnya Allah SWT kelangit bumi disepertiga malam, sebagaimana disebutkan dalam Hadist. Demikina pula dengan penyebutan tangan, wajah, sisi, kaki, mata serta mata mata milik Allah SWT, apakah semua itu bisa ditetapkan, diserahkan penuh kepadaNya atau bisa ditafsirkan?

Ahlul Atsar atau para dai salaf menetapkan itu semua bagi Allah SWT sebagaimana Ia menetapkan hal itu bagi diriNya tanpa perlu mempertanyakan bentuk, padanan, penafsiran maupun kapasitasnya.

Sebagian kaum salaf cendrung menyerahkan makna dan memasrahkan interpretasinya kepada Allah SWT sehingga kita tidak tercebur untuk menafsirkannya. Namun kaum salafiyun yang lain menolak penisbtan pendapat kedua ini pada kelompok mereka. Sekalipun memang pendapat ini diucapkan sejumlah orang dari mereka.

Orang orang yang paling giat menyebarkan, membela, melahirkan pikiran pikiran serta menerangkan ajaran2 Salafiyun ini dalam bidang akidah, fiqih, maupun etiket adalah Syaik Al Islam Ibn Taymiyyah berserta alirannya. Dan diantara murud2nya yg paling menonjol Imam Abu Abdullah bin Al Qayyim. Kedua syaikh ini meninggalkan literatur yang sangat kaya demi kepentingan aliran salaf, yang muncul pada masa mereka dalam performa pembaruan dan reformasi.

Dizaman modern aliran Salafiyah kembali muncul lewat tangan pembaharu Salafiyah di Jazirah arab : Syaik Muhammad bin Abdul Wahhab yang gerakanya memiliki karakter khusus memerangi segala bentuk syirik dan kurafat, menyerukan kemurnian tauhid serta melindungi tauhid dari segala noda dalam diri manusia-setelah mereka terlarut dalam bida’ah zaman kemunduran dan tidak mengikuti salaf, mengais berkah dari pepohonan dan bebatuan, memohon pertolongan dari zat diluar ZatNya, bernazar bukan karena Allah, menyembelih kurban bukan untuk Allah, mengelilingi makam para wali dan meminta mereka agar membantu menjauhkan kesulitan, serta mengabulkan hajat mereka. Padahal semua itu tidak boleh diminta kecuali dari Allah SWT sebagaimana ditegaskan dalam firmaNya.

“Hanya pada Engkaulah kami menyembah dan hanya pada Engkaulah kami memohon pertolongan “( Al Fatihah : 5 )

Selain itu Syaikh Ibn Abd Wahhab juga memerangi penafsiran terhadap ayat ayat maupun Hadist2 tentang pelbagai sifat Allah. Dan inilah akar utama dalam aliran Salafiyah.

Sekalipun Syaikh Ibn Abd Wahhab telah menunjukan komitmennya melawan segala bentuk syirik dan bida’ah dalam akidah maupun ibadah, namun ia tidak menunjukan komitmen pembaharuannya dalam fiqih dan urusan urusan dunia. Bisa jadi hal itu karena ia muncul didaerah Badawi ( nomaden ) yang belum bersentuhan dengan peradaban berikut berbagai aliran dan problematikanya. Sebab itulah ia belum merasakan kebutuhan yang mendesak untuk mengaktifkan akal kearah ijtihad dan pembaharuan sehingga cendrung menekankan pada jamaahnya untuk mengikuti teks2 agama dan berhenti disitu.

Atau mungkin juga kemunculan aliran salafiyah dizaman modern ini mewarisi kecendrungan orang orang sebelumnya dalam memahami teks2 syariat secara harfiyah mengenyampingkan kajian akan beragam tujuan, makna serta sebab musabab yang melatarbelakangi hukum2 tersebut. Ini berbeda dengan dua imam aliran mereka : Syaikh Taimiyyah dan Ibn Al Qayyim.

Diantara imam2 salafiyah modern ialah Al Allamah Al Mujjadid Sayyid Muhammad Rsyid Ridha, pendiri majalah Al Manar, penulis tafsir Al Manar serta berbagai buku buku reformis lainnya. Ia banyak terwarnai oleh gurunya Syaikh Muhammad Abduh yang membuatnya tidak terlalu banyak dilirik oleh kaum Salafiyun modern. Mereka tidak memanfaatkan aliran pembaharuan Rasyid Ridha sebagaimana mestinya. Padahal ia adalah pemimpin sejati dari aliran Salafiyah yang tercerahkan.

Kaum salafiyah modern tidak menjelma dalam satu kelompok saja tapi menjadi beberapa kelompok. Ada kelompok “Salafiyah Politik“ yang dengan alasan universalitas risalah Islam-lebih menaruh perhatian pada persoalan2 politik ketimbang akidah.
Mereka adalah kelompok yang terpenagaruh oleh pemikiran Ikhwanul Muslimin. Kelompok inilah yang menentang keberadaan Amerika dan intervensi militernya dalam perang Teluk II. Mereka juga menentang politik Saudi Arabia yang terpaku pada banyak pertimbangan. Itulah sebabnya banyak dari mereka yg harus masuk penjara, menyulitkan mereka, para pengikut serta ruang gerak mereka dikerajaan tersebut. Sebutlah sebagai misal : Salman Al Audah, Safar Al hawali, Aidh Al Qarni dll. Kemudian negara membebaskan mereka sehingga bisa kembali pada pekerjaan2 formal mereka. Dan tampaklah saling pengertian serta rekonsiliasi antara mereka dan pihak yang berwenang. ( Toh, perdamaian adalah jalan terbaik !)

Adapula “Salafiyun Al-Albaniyun” yang mengikuti Syaikh Al-Muhaddist Nashiruddin Al-Albani. Mereka memerangi fanatisme madzhab; madzhab2 fiqih, taklid dan loyalitas terhadapnya sekalipun oleh kalangan awam. Tetapi pada saat yang bersamaan mereka juga mentaklidkan pendapat Syaikh Al Bani dan mentahbiskan diri mereka sebagai “madzhab kelima”!

Selain itu ada kelompok”Salafiyun Al-Jamiyun” (Salafiyun beringas) tokohnya adalah Syaikh Rabi’ Al-Madkhali. Kelompok ini tidak punya kreasi lain kecuali menyalahkan dan menyerang orang lain seta menyerbu semua ulama maupun dai yang bertentangan dengan mereka. Tidak ada figur yang selamat dari serangan kelompok ini baik dari zaman klasik maupun modern. Termasuk pula Imam An-Nawawi dan Ibn Hajar Al-Asqalani- hanya kerana mereka berdua seorang penganut Asy’ariah.

Sementara ulama modern tanpa segan2 juga diserang seperti Hasan Al Bana, Sayyid Qutb, Syaikh Muhammad Al Ghazali dan penuluis sendiri ( Yusuf Qardhawi ). Figur2 tersebut disalahkan semua dan kelompok salafiyun al-Jamiyun telah menulis beberapa buku yang menyerang mereka, membeberkan kejeleken2 mereka serta melemparkan tuduhan terhadap pemikiran maupun tingkah laku mereka.

Ada juga pengikut Syaikh Abdurrahman Abdul Khalik di Kuwait, pengikutan ulama panutan Jazirah Arabia : Syaikh Bin Bazz dan Syaik Utsaimin sekalipun mereka belum berbentuk kelompok yang terorganisir.

Tututan yang harus dilakukan oleh Jamaah Salafiyun ( degan segala perbedaan didalamnya) ialah bagaimana membebaskan diri dari kejumudan trasdisi2 mereka, serta mengkaji hal tersebut secara kritis dan dinamis. Menanggalkan konsentrasi pada perbedaan yang ada dan mulai mengedepankan kesepahaman. Menghapus asumsi bahwa pendapat mereka adalah suatu kebenaran yang tidak mungkin salah, dan pendapat kelompok lain sebagai yang salah dan tidak mungkin benar. Merubah pola apresiasi terhadap teks dari penafsiran harfiah dan zhahiriyah menuju penelahaan tujuan2 dan keluasan cakrawala teks2 itu sendiri.

Mereka juga harus menghapus kebiasaan mencap orang2 yang berbeda pendapat sebagai kelompok berdosa, menyebar bida’ah serta mengkafirkannya; padahal orang2 tersebut masih mengucap dua kali masyahadat. Mereka harus pula merekonstruksi cara pandang bahwa ulama terdahulu ( salafiyah ) hanya memerangi penafsiran terhadap sifat2 Allah SWT, menuju spktrum yang lebih luas lagi seperti baiknya fiqih salaf, kedalaman iman mereka, kekokohan akhlak mereka, kelapangan dada mereka serta toleransi mereka terhadap orang2 yang berbeda pendapat. Sebab para ulama terdahulu ( salafiyah) terpersonifikasi dalam masa masa terbaik umat Islam; yaitu para sahabat dan orang2 yang mengikuti mereka dalam kebaikan yang percaya terhadap apa yang telah dijanjikan oleh Allah SWT dan mereka tidak menukarkannya dengan apapun jua.

Kita menyerukan Jamaah Salafiyun- apapun kelompok mereka- agar memandang seluruh kaum muslimin sebagai saudara seagama mereka. Toh mereka semua shalat menghadap kiblat yang sama; sekalipun berbeda dalm persoalan cabang akidah atau persoalan cabang fiqih. Dan mereka semua adalah sasaran musuh2 Islam yang tak memperdulikan perbedaan2 antar mereka dan menganggap mereka sebagai satu umat beriman pada Tuhan serta Rasul yang sama.

Jama’ah Salafiyun hendaknya juga mengikis perasaan superioritas mereka. Sebab seorang muslim tidak layak menganggap dirinya lebih dari saudara muslimnya. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, dan orang2 yang beriman semuanya bersaudara dan cukuplah seseorang berbuat kejelekan ketika ia menghina saudaranya sesama muslim.

Fenomena yang sering terjadi dewasa ini, kebanyakan pemuda yang baru membaca beberapa kitab terutama dalam kajian hadist- merasa diri mereka telah menguasai segalanya. Padahal mereka mereka masih berada di tahap permulaan. Mereka mengklaim telah memiliki kapasitas untuk melakukan ijtihad dalam masaalah agama padahal mereka belum menguasai ilmu bahasa dan sastra arab, Nahwu serta Sharafnya. Bisa jadi bila anda meminta mereka untuk mengi’rab suatu kalimat, mereka tidak bisa mengi’rabnya nya dengan baik. Mereka belum mempelajari Ushul Fiqih, belum menelusuri lorong2nya, mendalami problematikanya serta menelaah ilmu fiqih dan menyelami lautanya sehingga mereka bisa memiliki kapabilitas seorang ahli fiqih yang matang dan berwawasan memadai.

Para pemuda tersebut, meminjam ungkapan Adz-Dzahabi: ingin terbang tapi tak memiliki bulu burung. Ingin menanduk kambing hutan tapi tidak punya tanduk!

Mereka berkata tentang para imam besar bahkan opara sahabat: “Orang2 itu adalah manusia dan kami juga manusia”!. Padahal kenyataanya mereka belum melewati usia kanak kanak atau kalaupun lebih, mereka masih di usia pancaroba. Maka bagaimana mereka akan bertempur dengan orang2 besar itu, sementara tulang mereka masih lunak?

“Wahai orang yang menanduk gunung tinggi untuk menanduknya, sayangilah kepalamu dan bukan gunung itu”

Yang sering dikeluhkan oleh guru kita (Alm ) Syaikh Muhammad Al-Ghazali dalam buku terakhirnya ialah:”Kepongahan orang2 kerdil seperti itu terhadap mereka yang besar”. Dikatakan dalam sebuah pepatah,”Jika kamu ingin mengalahkan orang dewasa, ganggulah ia dengan bayi!”



Bookmark and Share

    


  Member Information For abu_muazProfil   Hantar PM kepada abu_muaz   Quote dan BalasQuote

ummimq

Menyertai: 17.09.2003
Ahli No: 3613
Posting: 3616
Dari: Johor

Johor   avatar


posticon Posting pada: 22-04-05 16:46


Perkataan Imam-Imam Di Dalam Mengikuti Sunnah Dan Meninggalkan Perkataan Yang Bertentangan Dengannya

I. ABU HANIFAH

Yang pertama diantara mereka adalah Imam Abu Hanifah An-Nu'man bin Tsabit. Para sahabatnya telah meriwayatkan banyak perkataan dan ungkapan darinya, yang semuanya melahirkan satu kesimpulan, iaitu kewajiban untuk berpegang teguh kepada hadith dan meninggalkan pendapat para imam yang bertentangan dengannya.


1. "Apabila hadith itu sahih, maka hadith itu adalah mazhabku." (Ibnu Abidin di dalam Al-Hasyiyah 1/63)


2. "Tidak dihalalkan bagi seseorang untuk berpegang pada perkataan kami, selagi ia tidak mengetahui dari mana kami mengambilnya". (Ibnu Abdil Barr di dalam Al-Intiqa'u fi Fadha 'ilits Tsalatsatil A'immatil Fuqaha'I, hal. 145)


3. Dalam sebuah riwayat dikatakan: "Adalah haram bagi orang yang tidak mengetahui alasanku untuk memberikan fatwa dengan perkataanku".


4. Di dalam sebuah riwayat ditambahkan: "sesungguhnya kami adalah manusia yang mengatakan perkataan pada hari ini dan meralatnya di esok hari".


5. "Jika aku mengatakan suatu perkataan yang bertentangan dengan kitab Allah dan khabar Rasulullah sallallahu 'alaihi Wa Sallam, maka tinggalkanlah perkataanku". (Al-Fulani di dalam Al-Iqazh, hal. 50)


II. MALIK BIN ANAS


Imam Malik berkata:


1. "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia yang salah dan benar. Maka perhatikanlah pendapatku. Setiap pendapat yang sesuai dengan kitab dan sunnah, ambillah dan setiap yang tidak sesuai dengan Al Kitab dan sunnah, tinggalkanlah". (Ibnu Abdil Barr di dalam Al-Jami', 2/32)


2. "Tidak ada seorang pun setelah Nabi Sallallahu 'Alaihi Wa Sallam, kecuali dari perkataannya itu ada yang diambil dan yang ditinggalkan, kecuali Nabi Salallhu 'Alaihi Wasallam". (Ibnu Abdil Hadi di dalam Irsyadus Salik, 1/227)


3. Ibnu Wahab berkata, "Aku mendengar bahwa Malik ditanya tentang menyelang-nyelangi jari di dalam berwudhu, lalu dia berkata, "tidak ada hal itu pada manusia. Dia berkata. Maka aku meninggalkannya hingga manusia berkurang, kemudian aku berkata kepadanya. Kami mempunyai sebuah sunnah di dalam hal itu, maka dia berkata: Apakah itu? Aku berkata: 'Al-Laits bin Sa'ad dan Ibnu Lahi'ah dan Amr bin Al-Harits dari Yazid bin Amr Al-Ma'afiri dari Abi Abdirrahman Al-Habli dari Al Mustaurid bin Syidad Al-Qirasyi telah memberikan hadith kepada kami, ia berkata, "Aku melihat Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa Sallam menunjukkan kepadaku dengan kelingkingnya apa yang ada diantara jari-jari kedua kakinya. Maka dia berkata, "sesungguhnya hadith ini adalah Hasan, 'aku mendengarnya hanya satu jam. Kemudian aku mendengarnya, setelah itu ditanya, lalu ia memerintahkan untuk menyelang-nyelangi jari-jari. (Mukaddimah Al-Jarhu wat Ta'dil, karya Ibnu Abi Hatim, hal. 32-33)


III. ASY-SYAFI'I


Adapun perkataan-perkataan yang diambil dari Imam Syafi'i di dalam hal ini lebih banyak dan lebih baik, dan para pengikutnya pun lebih banyak mengamalkannya. Di antaranya:


1. "Tidak ada seorangpun, kecuali dia harus bermazhab dengan Sunnah Rasulullah dan menyendiri dengannya. Walaupun aku mengucapkan satu ucapan dan mengasalkan kepada suatu asal di dalamnya dari Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang bertentangan dengan ucapanku. Maka peganglah sabda Rasulullah Sallallahu 'Alaihi wa Sallam. Inilah ucapanku." (Tarikhu Damsyiq karya Ibnu Asakir, 15/1/3)


2. "Kaum muslimin telah sepakat bahwa barang siapa yang telah terang baginya Sunnah Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa Sallam, maka tidak halal baginya untuk meninggalkannya kerana untuk mengikuti perkataan seseorang." (Ibnul Qayyim, 2/361, dan Al-Fulani, hal. 6


3. "Apabila kamu mendapatkan di dalam kitabku apa yang bertentangan dengan Sunnah Rasulullah Sallallahu 'Alaihi wa Sallam, maka berkatalah dengan sunnah rasulullah Sallallahu 'alaihi Wa sallam, dan tinggalkanlah apa yang aku katakan." Al-Harawi di dalam Dzammul Kalam, 3/47/1)


4. "Apabila Hadith itu Sahih, maka dia adalah mazhabku." (An-Nawawi di dalam Al-Majmu', Asy-Sya'rani, 10/57)


5. "kamu (Imam Ahmad) lebih tahu dari padaku tentang hadith dan orang-orangnya (Rijalu 'l-Hadith). Apabila hadith itu sahih, maka ajarkanlah ia kepadaku apapun ia adanya, baik ia dari kufah, Bashrah maupun dari Syam, sehingga apabila ia sahih, akan bermazhab dengannya." (Al-Khathib di dalam Al-Ihtijaj bisy-Syafi'I, 8/1)


6. "Setiap masalah yang didalamnya khabar dari Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam adalah sahih bagi ahli naqli dan bertentangan dengan apa yang aku katakan, maka aku meralatnya di dalam hidupku dan setelah aku mati." (Al-Harawi, 47/1)


7. "Apabila kamu melihat aku mengatakan suatu perkataan, sedangkan hadith Nabi yang bertentangan dengannya sahih, maka ketahuilah, sesungguhnya akalku telah bermazhab dengannya." (Al-Mutaqa, 234/1 karya Abu Hafash Al-Mu'addab)


8. Setiap apa yang aku katakan, sedangkan dari nabi sallallahu 'alaihi wa sallam terdapat hadith sahih yang bertentangan dengan perkataanku, maka hadith nabi adalah lebih utama. Olah kerana itu, janganlah kamu mengikutiku." (Aibnu Asakir, 15/9/2)


IV. AHMAD BIN HAMBAL


Imam Ahmad adalah salah seorang imam yang paling banyak mengumpulkan sunnah dan paling berpegang teguh kepadanya. Sehingga ia membenci penulisan buku-buku yang memuat cabang-cabang (furu') dan pendapat Oleh kerana itu ia berkata:


1. "Janganlah engkau mengikuti aku dan jangan pula engkau mengikuti Malik, Syafi'i, Auza'i dan Tsauri, Tapi ambillah dari mana mereka mengambil." (Al-Fulani, 113 dan Ibnul Qayyim di dalam Al-I'lam, 2/302)


2. "Pendapat Auza'I, pendapat Malik, dan pendapat Abu Hanifah semuanya adalah pendapat, dan ia bagiku adalah sama, sedangkan alasan hanyalah terdapat di dalam atsar-atsar." (Ibnul Abdl Barr di dalam Al-Jami', 2/149)


3. "Barang siapa yang menolak hadith Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa sallam, maka sesungguhnya ia telah berada di tepi kehancuran." (Ibnul Jauzi, 182).


Allah berfirman: "Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya" (An-Nisa:65), dan firman-Nya: "Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih." (An-Nur:63).

Al-Hafizh Ibnu Rajab berkata:


"Adalah menjadi kewajiban bagi setiap orang yang telah sampai kepadanya perintah Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa Sallam dan mengetahuinya untuk menerangkannya kepada umat, menasehati mereka dan memerintahkan kepada mereka untuk mengikuti perintahnya. Dan apabila hal itu bertentangan dengan pendapat orang besar diantara umat, maka sesungguhnya perintah Rasulullah sallallahu 'alaihi wa Sallam itu lebih berhak untuk disebarkan dan diikuti dibanding pendapat orang besar manapun yang telah bertentangan dengan perintahnya di dalam sebahagian perkara secara salah. Dan dari sini, para sahabat dan orang-orang setelah mereka telah menolak setiap orang yang menentang sunnah yang sahih, dan barangkali mereka telah berlaku keras dalam penolakan ini. Namun demikian, mereka tidak membencinya, bahkan dia dicintai dan diagungkan di dalam hati mereka. Akan tetapi, Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa Sallam adalah lebih dicintai oleh mereka dan perintahnya melebihi setiap makhluk lainnya. Oleh kerana itu, apabila perintah rasul itu bertentangan dengan perintah selainnya, maka perintah rasul adalah lebih utama untuk didahulukan dan diikuti. Hal ini tidak dihalang-halangi oleh pengagungan terhadap orang yang bertentangan dengan perintahnya, walaupun orang itu mendapat ampunan. Orang yang bertentangan itu tidak membenci apabila perintahnya itu diingkari apabila memang ternyata perintah Rasulullah itu bertentangan dengannya. Bagaimana mungkin mereka akan membenci hal itu, sedangkan mereka telah memerintahkan kepada para pengikutnya, dan mereka telah mewajibkan mereka untuk meninggalkan perkataan-perkataan yang bertentangan dengan sunnah."


Berikut perkataan syaikh Al Albani...


Kiranya sangat bermanfaat untuk disajikan di sini sedikit atau sebahagian perkataan mereka, dengan harapan, semoga di dalamnya terdapat pelajaran dan peringatan bagi orang yang mengikuti mereka, bahkan bagi orang yang mengikuti selain mereka yang lebih rendah derajatnya dari taqlid buta, dan bagi orang yang berpegang teguh kepada mazhab-mazhab dan perkataan-perkataan mereka, sebagaimana kalau mazhab-mazhab dan perkataan-perkataan itu turun dari langit. Allah Subhanahu Wa Ta'ala, berfirman:


"Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)". (QS. Al-'Araf :3)


(Disadur dari Muqadimah Kitab Shifatu Shalatiin Nabi Shalallahu 'alaihi Wassalam, karya Al-Imam Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani -rahimahullah)

-----------------


Bookmark and Share

    


  Member Information For ummimqProfil   Hantar PM kepada ummimq   Pergi ke ummimq's Website   Quote dan BalasQuote

abu_muaz
Warga 4 Bintang
Menyertai: 21.05.2004
Ahli No: 9096
Posting: 224
Dari: Riau - Indonesia

indonesia  


posticon Posting pada: 22-04-05 20:42




Kembali abu_muaz,
Yang ana maksud umat tidak bisa memahami Quran dan Hadist secara tekstual. Ambil contoh Hadist shohih yang melarang penulisan Hadist, jika larangan ini dipahami secara tertulis maka hingga hari ini kita tidak akan menemukan kitab kitab Hadist. Quran dan Hadist perlu penafsiran.

Contoh ayat "Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanya untuk, orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang jalan perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana". (QS At Taubah 60).

Kitapun semua tahu Umar bin Abdul Aziz pernah memberikan zakat pada bujangan - penerima zakat tidak ada lagi - karena tidak cukup biaya untuk menikah,yg sebenarnya jatahnya tidak ada berdasarkan ayat diatas. Bisa saja bukan jika khalifah tidak memberikan zakat sama sekali karena yg berhaq menerimanya memang tidak ada?

Ada ulama2 mazhab tidak lebih disebabkan mereka berbeda dalam penafsiran mereka semua itu adalah ahli2 Quran dan Hadist.

Ada juga yang berkata AlQuran dan Hadist sudah cukup semua ada disitu. Ini pernyataan yang kurang sempurna. Karena dialoq Muaz bin Jabal dan Rasul ketika akan dikirim ke Yaman. "Bagimana jika engkau tidak menemukan didlm Kitabullah dan Sunnah?" Pertanyaan Rasul ini menunjukan suatu masa/tempat umat akan menemukan persoalan yang tidak tertulis secara nyata didalam kedua sumber tersebut.

Kita adalah ahli sunnah yang hanya berbeda dari segi penafsiran.







Bookmark and Share

    


  Member Information For abu_muazProfil   Hantar PM kepada abu_muaz   Quote dan BalasQuote

Islamic_prince88
WARGA SETIA
Menyertai: 25.05.2004
Ahli No: 9164
Posting: 587

KualaLumpur   avatar


posticon Posting pada: 23-04-05 00:10


rujukan selepas al-quran dan sunnah,adalah ijtihad kita yang sebaik-baiknya.

*kalau yang lagi detail,macam macam la lagi.spt ijma',qias,istihsan Dan lain lain~_~ ...tp semua ni..still berlandaskan Al-Quran dan Sunnah.

*kalau silap..tlg betul kan ek?..




[ Posting ini telah di edit oleh: Islamic_prince88 pada 2005-04-24 12:59 ]

Bookmark and Share

    


  Member Information For Islamic_prince88Profil   Hantar PM kepada Islamic_prince88   Pergi ke Islamic_prince88's Website   Quote dan BalasQuote

rahabiah
Warga 3 Bintang
Menyertai: 18.11.2003
Ahli No: 5217
Posting: 76

egypt   avatar


posticon Posting pada: 23-04-05 19:16




Bersua kembali di laman raudhah ini, selepas sekian lama ana menyepi mencari sesuatu.

Mungkin terjemahan teks tersebut yg dibuat dalam bahasa indoesia menyebabkan ramai yang kurang faham apa yang cuba disampaikan oleh Dr Al-Qaradhawi.

Secara ringkasnya, penulis menasihatkan gologan salafiah sekarang ini (yang terbahagi kepada beberapa golongan pula) supaya menginsafi kelemahan diri dan tidak begitu mudah menyalahkan orang lain, dan menyesatkan serta membid'ahkan golongan lain, dengan kononnya berpegang dgn Al-Quran dan Sunnah lalu cuba melawan arus malah mentang jumhur ulamak yang mereka sifatkan sebagai manusia biasa sama seperti mereka, sedangkan tidak mennyedari bahawa mereka hanyalah bak orang yang ingin menanduk gunung tinggi.

Secara tambahan lagi, antara fahaman salafiah baru lagi ini telah menyerapi pentadbiran AHKAM.NET. Jangan dengan mudah terkeliru dengan fikiran begini jika kita mahu selamat.

Buat UmmiMQ pula semua kata ulamak tersebut telah disepakati kebenaran dan dipraktikkan oleh semua yang bergelar muslim. Ana tak nampak mengapa perlu dibawakan di sini. Adakah ummiMq rasakan ramai yang tak berpegang dgn quran dan hadis di sini???

Buat IslamicPrince88, benar rujukan kita alquran dan sunnah, tapi kemudiannya bukan ijtihad kita. Kita ni boleh ijtihad ke??? Sebenarnya apa yang diamalkan selepas kurun2 yang terutama, adalah bertaqlid dengan para mujtahid yang ada, kerana itulah cara sebenar kita berpegang dengan Al-Quran dan As-Sunnah.

Wallahu A'lam

Bookmark and Share

    


  Member Information For rahabiahProfil   Hantar PM kepada rahabiah   Quote dan BalasQuote

Islamic_prince88
WARGA SETIA
Menyertai: 25.05.2004
Ahli No: 9164
Posting: 587

KualaLumpur   avatar


posticon Posting pada: 25-04-05 22:19


Ijtihad itu harus,
Yang mampu ijtihad,maka harus..,bagi mereka yang x mampu,tanya lah pada yang lebih mengetahui
Taqlid itu harus,
Terutama pada orang awam,dibenarkan taqlid,tetapi apabila kita sudah mengetahui pendapat yang lebih rajih,maka,ikutlah pendapat itu.

Tak salah kalau kita mengkaji hukum-hukum,berdasarkan pendapat-pendapat yang ada.Insya Allah,jikalau kita tau setiap perbuatan kita bersandarkan pada dalil-dalil yang benar,ia dapat menguatkan lagi keimanan dan kecintaan kita kepada Allah s.w.t dan kepada Rasulullah s.a.w.

Semoga perbincangan kita ini dapat meningkatkan keimanan kita kepada Allah s.w.t ,dan semoga selepas ini,amalan kita semakin bertambah , semoga teori yang kita perolehi pada saat ini dapat dipratikkan dalam kehidupan seharian kita untuk mendapat keredhaan dan keberkatan daripada Allah s.w.t
Amin...

Wallahualam..

Bookmark and Share

    


  Member Information For Islamic_prince88Profil   Hantar PM kepada Islamic_prince88   Pergi ke Islamic_prince88's Website   Quote dan BalasQuote

ABg_IMaM

Menyertai: 10.09.2003
Ahli No: 3444
Posting: 2187
Dari: Seremban

NegeriSembilan  


posticon Posting pada: 26-04-05 01:24




islamic_princes

knp enta tak nak dengar kata2 dan saranan rahabiah?...

nanti ana kata enta ni mcm org kafir yg allah terangkan dlm surah al-Baqarah ayat 6 tu,enta kata ana ni kafirkan org...

tp perangai org-org kafir tu serupa jer mcm perangai enta - dinasihatkan ke atau tidak, sama saja tak nak dengar org cakap org...kita je yg betul...kita je yg pandai...kite je yg hebat...

pergi la makan bekas pinggan dr. asri...minum air basuh tangan dia...pergilah ana cabar enta...



Bookmark and Share

    


  Member Information For ABg_IMaMProfil   Hantar PM kepada ABg_IMaM   Quote dan BalasQuote

abu_muaz
Warga 4 Bintang
Menyertai: 21.05.2004
Ahli No: 9096
Posting: 224
Dari: Riau - Indonesia

indonesia  


posticon Posting pada: 26-04-05 02:04




Saudaraku ABg_IMaM dan Islamic_prince88, usah berbantahan lagi. Ingat pesan Nabi kita,

"Aku adalah pemimpin rumah tangga disyurga, anggotanya adalah orang orang yang meninggalkan perdebatan meski ia benar (HR Abu Dawud dihasankan oleh AlBani )

"Barangsiapa meninggalkan bantah-bantahan sedang bantah-bantahan itu benar niscaya dibangun baginya ( bangunan ) ditengah syurga ( HR Tarmizi no 2061 dari Hadist yg panjang )








Bookmark and Share

    


  Member Information For abu_muazProfil   Hantar PM kepada abu_muaz   Quote dan BalasQuote

Islamic_prince88
WARGA SETIA
Menyertai: 25.05.2004
Ahli No: 9164
Posting: 587

KualaLumpur   avatar


posticon Posting pada: 26-04-05 12:50


Tq abu_muaz...



Bookmark and Share

    


  Member Information For Islamic_prince88Profil   Hantar PM kepada Islamic_prince88   Pergi ke Islamic_prince88's Website   Quote dan BalasQuote

anNaQshY
Warga 3 Bintang
Menyertai: 14.05.2003
Ahli No: 58
Posting: 102
Dari: Sana

Kedah  


posticon Posting pada: 26-04-05 14:45


Quote:

On 2005-04-25 22:19, Islamic_prince88 wrote:

Taqlid itu harus,
Terutama pada orang awam,dibenarkan taqlid,tetapi apabila kita sudah mengetahui pendapat yang lebih rajih,maka,ikutlah pendapat itu.




WRT...

Macam dah tukar nada jer

Bukan mengetahui, tetapi kena belajar. Kalau ketahui, baca web pun kita leh ketahui.

Tetapi, kena ikut displin ilmu. Kena ngaji, kena tahu selok belok perbincangan ulama, kena ada asas. Dan panjang ceritanya, mungkin saudara rahabiah boleh perincikan.

Sebaiknya, kita masih dalam lingkungan mazhab; macam kita di nusantara kebanyakan mazhab Syafie.

Masalahnya, kebanyakan saya tgk, mereka yang tak dak asas pengajian agama yang agak celaru, mudah terpengaruh dengan seruan tersebut.

Allahyarham Sheikh Muhammad Alwi al Makki (maaf jika salah sebut), saya pernah dengar dari mulutnya sendiri, beliau berkata; saya yang ngapal sunan sittah dalam otak saya, tak pernah mengaku dan mendabik dada tak berpegang mana-mana mazhab.

Jadi kita, bagaimana? Dah ngapal semua sunan sittah?



waAllhua'lam.

"Labuhkan cinta pada ALLAH nescaya tenang mengharung badai ombak hidup berkapalkan ISLAM berlayarkan IMAN pasti menuju destinasi BERKAT akhirnya sauh akan jatuh di pelabuhan TAQWA d negeri JIHAD yg ramai didiami para syuhada'"

[ Posting ini telah di edit oleh: anNaQshY pada 2005-04-27 16:31 ]

Bookmark and Share

    


  Member Information For anNaQshYProfil   Hantar PM kepada anNaQshY   Pergi ke anNaQshY's Website   Quote dan BalasQuote

ABg_IMaM

Menyertai: 10.09.2003
Ahli No: 3444
Posting: 2187
Dari: Seremban

NegeriSembilan  


posticon Posting pada: 27-04-05 00:20




Quote:
Allahyarham Sheikh Alwi al Makki (maaf jika salah sebut), saya pernah dengar dari mulutnya sendiri, beliau berkata; saya yang ngapal sunan sittah dalam otak saya, tak pernah mengaku dan mendabik dada tak berpegang mana-mana mazhab.



dia dah meninggal ker?...

qalu inna lillah....

ramai bebudak mesia pi ngaji kat dia....ana difahamkan....yg herannya bebudak mesia yg ngaji di madinah dan makkah(dan saudi) tak ngaji pun kat sheikh....

mudahan almarhum sheikh tergolong dlm kalangan para solihin...

Bookmark and Share

    


  Member Information For ABg_IMaMProfil   Hantar PM kepada ABg_IMaM   Quote dan BalasQuote

anNaQshY
Warga 3 Bintang
Menyertai: 14.05.2003
Ahli No: 58
Posting: 102
Dari: Sana

Kedah  


posticon Posting pada: 27-04-05 16:30


WRT...

Terima kasih kepada sahabat saya, kerana menterjemah profile ini kedalam bahasa Melayu. Moga manfaat.

P/s- Jika dah ada profile ini di tajuk lain, maaf. Saya tak tau. Dan panjang sikit tulisan ni.

Sejarah Ringkas

As-Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas Al-Maliki Al-Hasani

(Rahmatullahi Alaih)

Oleh muridnya: Fakhruddin Owaisi Al-Madani

Terjemahan : Syed Abdul Kadir Aljoofre

Pendahuluan

As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki adalah salah seorang ulamak Islam yang terutama desawarsa ini tanpa ragu lagi, ulamak yang paling dihormati dan dicintai di kota suci Makkah.

Beliau merupakan keturunan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, penghulu Ahlil Bait, Imam Hadis di zaman kita, pemimpin keempat-empat mazhab, ketua rohani yang paling berkaliber, pendakwah ke jalan Allah, seorang yang tidak goyah dengan pegangannya di dunia ilmiah Islam turath.

Menzirahi beliau merupakan suatu kemestian kepada para ulamak yang menziarahi Makkah.

Keluarga

Keturunan Sayyid merupakan keturunan mulia yang bersambung secara langsung dengan Junjungan kita Muhammad Sallahu 'Alaihi Wasallam sendiri. Beliau merupakan waris keluarga Al-Maliki Al-Hasani di Makkah yang masyhur yang merupakan keturunan Rasulullah Sallahu 'Alaihi Wasallam, melalui cucu Baginda, Imam Al-Hasan bin Ali, Radhiyallahu 'Anhum.

Keluarga Maliki merupakan salah satu keluarga yang paling dihormati di Makkah dan telah melahirkan alim ulamak besar di Makkah, yang telah mengajar di Makkah berkurun lama.

Lima orang dari keturunan Sayyid Muhammad, telah menjadi Imam Mazhab Maliki di Haram Makkah. Datuk beliau, Al-Sayyid Abbas Al-Maliki, merupakan Mufti dan Qadhi Makkah dan khatib di Masjidil Haram. Beliau memegang jawatan ini ketika pemerintahan Uthmaniah serta Hashimiah, dan seterusnya terus memegang jawatan tersebut setelah Kerajaan Saudi diasaskan. Raja Abdul Aziz bin Sa'ud sangat menghormati beliau. Riwayat lanjut beliau boleh dirujuk pada kitab Nur An-Nibras fi Asanid Al-Jadd As-Sayyid Abbas oleh cucunya As-Sayyid Muhammad Al-Maliki.

Bapa beliau pula, As-Sayyid Alawi Al-Maliki merupakan salah seorang ulamak Makkah terunggul di abad yang lalu. Beliau telah mengajar pelbagai ilmu Islam turath di Masjidil Haram selama hampir 40 tahun. Ratusan murid dari seluruh pelusuk dunia telah mengambil faedah daripada beliau dari kuliah beliau di Masjidil Haram, dan ramai di kalangan mereka telah memegang jawatan penting agama di negara masing-masing.

Malah, Raja Faisal tidak akan membuat apa-apa keputusan berkaitan Makkah melainkan setelah meminta nasihat daripada As-Sayyid Alawi. Beliau telah meninggal dunia pada tahun 1971 dan upacara pengebumiannya merupakan yang terbesar di Makkah sejak seratus tahun. Dalam tempoh 3 hari daripada kematian beliau, Stesyen Radio Saudi tempatan hanya menyiarkan bacaan Al-Quran, sesuatu yang tidak pernah dilakukan kecuali hanya untuk beliau.

Maklumat lanjut tentang As-Sayyid Alawi boleh dirujuk kepada biografinya berjudul Safahat Musyriqah min Hayat Al-Imam As-Sayyid As-Syarif Alawi bin Abbas Al-Maliki oleh anaknya, yang juga merupakan adik kepada As-Sayyid Muhammad, As-Sayyid Abbas Al-Maliki, juga seorang ulamak, tetapi lebih dikenali dengan suara merdunya dan pembaca Qasidah yang paling utama di Arab Saudi. Biografi ini mengandungi tulisan berknaan As-Sayyid Alawi dari ulamak dari seluruh dunia Islam.

Keluarga Maliki juga telah melahirkan ramai lagi ulamak lain, tetapi penulis hanya menyebut bapa dan datuk kepada As-Sayyid Muhammad. Untuk maklumat lanjut, rujuk tulisan-tulisan berkaitan sejarah Makkah dan ulamaknya di abad-abad mutakhir.

Kelahiran dan Pendidikan Awal

As-Sayyid Muhammad Al-Hasani bin Alawi bin Abbas bin Abdul Aziz, dilahirkan pada tahun 1946, di kota suci Makkah, dalam keluarga Al-Maliki Al-Hasani yang terkenal, keluarga Sayyid yang melahirkan ulamak tradisi. Beliau amat beruntung kerana memiliki bapa seperti As-Sayyid Alawi, seorang ulamak paling berilmu di Makkah. Bapa beliau merupakan guru pertama dan utama beliau, mengajar beliau secara peribadi di rumah dan juga di Masjidil Haram, di mana beliau menghafal Al-Quran sejak kecil. Beliau belajar dengan bapa beliau dan diizinkan untuk mengajar setiap kitab yang diajarkan oleh bapa beliau kepada beliau.

Pendidikan Lanjut

Dengan arahan bapanya, beliau juga turut mempelajari dan mendalami pelbagai ilmu turath Islam: Aqidah, Tafsir, Hadith, Feqh, Usul, Mustalah, Nahw dan lain-lain, di tangan ulamak-ulamak besar lain di Makkah serta Madinah. Kesemua mereka telah memberikan ijazah penuh kepada beliau untuk mengajar ilmu-ilmu ini kepada orang lain.

Ketika berumur 15 tahun lagi, As-Sayyid Muhammad telah mengajar kitab-kitab Hadith dan Feqh di Masjidil Haram, kepada pelajar-pelajar lain, dengan arahan guru-gurunya. Setelah mempelajari ilmu turath di tanah kelahirannya Makkah, beliau dihantar oleh bapanya untuk menuntut di Universiti Al-Azhar As-Syarif. Beliau menerima ijazah PhD daripada Al-Azhar ketika berusia 25 tahun, menjadikan beliau warga Arab Saudi yang pertama dan termuda menerima ijazah PhD dari Al-Azhar. Tesis beliau berkenaan Hadith telah dianggap cemerlang dan menerima pujian yang tinggi dari alim ulamak unggul di Al-Azhar ketika itu, seperti Imam Abu Zahrah.

Perjalanan Mencari Ilmu

Perjalanan menuntut ilmu merupakan jalan kebanyakan ulamak. As-Sayid Muhammad turut tidak ketinggalan. Beliau bermusafir sejak usia muda untuk menuntut ilmu dari mereka yang memiliki ilmu. Beliau telah bermusafir dengan banyak ke Afrika Utara, Mesir, Syria, Turki, dan rantau Indo-Pak untuk belajar dari alim-ulamak yang hebat, bertemu para Wali Allah, menziarahi masjid-masjid dan maqam-maqam, serta mengumpul manuskrip-manuskrip dan kitab.

Di setiap tempat ini, beliau menemui para ulamak dan auliyak yang agung, dan mengambil faedah daripada mereka. Mereka juga turut tertarik dengan pelajar muda dari Makkah ini dan memberi perhatian istimewa untuk beliau. Kebanyakan mereka telah pun sangat menghormati bapa beliau yang alim, dan merupakan satu kebanggaan memiliki anak beliau sebagai murid.

Ijazah-ijazah

Sistem pengajian tradisi atau turath berasaskan kepada ijazah atau 'keizinan untuk menyampaikan ilmu'. Bukan semua orang boleh mengajar. Hanya mereka yang memiliki ijazah yang diktiraf dari alim-ulamak yang terkenal sahaja yang boleh mengajar. Setiap cabang pengetahuan dan setiap kitab Hadith, Feqh, Tafsir dan lain-lain, mempunyai Sanad-sanad, atau rantaian riwayat yang bersambung sehingga kepada penyusun kitab tersebut sendiri melalui anak-anak muridnya dan seterusnya anak-anak murid mereka. Banyak sanad-sanad yang penting, seperti sanad Al-Qur'an, Hadith dan Tasawwuf, bersambung sehingga kepada Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam.

Sayyid Muhammad mendapat penghormatan dengan menjadi Shaykh dengan bilangan ijazah terbanyak dalam waktunya. Beliau juga memiliki rantaian sanad terpendek atau terdekat dengan datuknya, Nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wasallam.

Di Tanah Arab, tanah kelahirannya, dan dalam permusafiran ilmunya, As-Sayyid Muhammad mendapat lebih dari 200 ijazah dari alim-ulamak teragung di zamannya, di setiap cabang ilmu Islam. Ijazah beliau sendiri, yang beliau berikan kepada murid-muridnya adalah antara yang paling berharga dan jarang di dunia, menghubungkan anak-anak muridnya dengan sejumlah besar para ulamak agung.

Para Masyaikh yang memberikan As-Sayyid Muhammad ijazah-ijazah mereka merupakan ulamak besar dari seluruh dunia Islam. Kita menyebutkan sebahagian mereka:

Dari Makkah:

1) Bapa beliau yang alim dan guru beliau yang pertama, As-Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki

2) Shaykh Muhammad Yahya Aman al-Makki

3) Shaykh al-Sayyid Muhammad al-Arabi al-Tabbani

4) Shaykh Hasan Sa‘id al-Yamani

5) Shaykh Hasan bin Muhammad al-Mashshat

6) Shaykh Muhammad Nur Sayf

7) Shaykh Muhammad Yasin al-Fadani

8/ Al-Sayyid Muhammad Amin Kutbi

9) Al-Sayyid Ishaq bin Hashim ‘Azuz

10) Habib Hasan bin Muhammad Fad‘aq

11) Habib Abd-al-Qadir bin ‘Aydarus al-Bar

12) Shaykh Khalil Abd-al-Qadir Taybah

13) Shaykh Abd-Allah al-Lahji

Dari Madinah:

1) Shaykh Hasan al-Sha‘ir, Shaykh al-Qurra of Madinah

2) Shaykh Diya-al-Din Ahmad al-Qadiri

3) As-Sayyid Ahmad Yasin al-Khiyari

4) Shaykh Muhammad al-Mustafa al-Alawi al-Shinqiti

5) Shaykh Ibrahim al-Khatani al-Bukhari

6) Shaykh Abd-al-Ghafur al-Abbasi al-Naqshbandi


Dari Hadramawt dan Yaman:

1) Al-Habib Umar bin Ahmad bin Sumayt, Imam Besar Hadramawt

2) Shaykh As-Sayyid Muhammad Zabarah, Mufti Yaman

3) Shaykh As-Sayyid Ibrahim bin Aqeel al-Ba-Alawi, Mufti Ta‘iz

4) Al-Imam al-Sayyid Ali bin Abd-al-Rahman al-Habshi

5) Al-Habib Alawi ibn Abd-Allah bin Shihab

6) As-Sayyid Hasan bin Abd-al-Bari al-Ahdal

7) Shaykh Fadhl bin Muhammad Ba-Fadhal

8/ Al-Habib Abd-Allah bin Alawi al-Attas

9) Al-Habib Muhammad bin Salim bin Hafeez

10) Al-Habib Ahmad Mashhur al-Haddad

11) Al-Habib Abd-al-Qadir al-Saqqaf

Dari Syria:

1) Shaykh Abu-al-Yasar ibn Abidin, Mufti Syria

2) Shaykh As-Sayyid al-Sharif Muhammad al-Makki al-Kattani, Mufti Maliki

3) Shaykh Muhammad As‘ad al-Abaji, Mufti Shafi‘i

4) Shaykh As-Sayyid Muhammad Salih al-Farfur

5) Shaykh Hasan Habannakah al-Maydani

6) Shaykh Abd-al-Aziz ‘Uyun al-Sud al-Himsi

7) Shaykh Muhammad Sa‘id al-Idlabi al-Rifa‘i

Dari Mesir:

1) Shaykh As-Sayyid Muhammad al-Hafiz al-Tijani, Imam Hadith di Mesir

2) Shaykh Hasanayn Muhammad Makhluf, Mufti Mesir

3) Shaykh Salih al-Ja‘fari, Imam Masjid Al-Azhar

4) Shaykh Amin Mahmud Khattab al-Subki

5) Shaykh Muhammad al-‘Aquri

6) Shaykh Hasan al-‘Adawi

7) Shaykh As-Sayyid Muhammad Abu-al-‘Uyun al-Khalwati

8/ Shaykh Dr. Abd-al-Halim Mahmud, Syeihkul Azhar

Dari Afrika Utara (Maghribi, Algeria, Libya dan Tunisia):

1) Shaykh As-Sayyid As-Sharif Abd-al-Kabir al-Saqali al-Mahi

2) Shaykh As-Sayyid Abd-Allah bin Al-Siddiq Al-Ghimari, Imam Hadith

3) Shaykh As-Sayyid Abd-al-Aziz bin Al-Siddiq al-Ghimari

4) As-Sharif Idris al-Sanusi, Raja Libya

5) Shaykh Muhammad At-Tahir ibn ‘Ashur, Imam Zaytunah, Tunis

6) Shaykh al-Tayyib Al-Muhaji al-Jaza’iri

7) Shaykh Al-Faruqi Al-Rahhali Al-Marrakashi

8/ Shaykh As-Sayyid As-Sharif Muhammad al-Muntasir al-Kattani

Dari Sudan:

1) Shaykh Yusuf Hamad An-Nil

2) Shaykh Muddassir Ibrahim

3) Shaykh Ibrahim Abu-an-Nur

4) Shaykh At-Tayyib Abu-Qinayah

Dari Rantau Indo-Pak:

1) Shaykh Abu-al-Wafa al-Afghani Al-Hanafi

2) Shaykh Abd-al-Mu‘id Khan Hyderabadi

3) Al-Imam Al’Arif Billah Mustafa Rida Khan al-Barelawi, Mufti India

4) Mufti Muhammad Shafi’ Al-Deobandi, Mufti Pakistan

5) Mawlana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi, Imam Hadith

6) Mawlana Zafar Ahmad Thanawi

7) Shaykh Al-Muhaddith Habib-al-Rahman Al-‘Azami

8/ Sayyid Abu-al-Hasan Ali An-Nadawi

Senarai ini hanya merupakan ulamak masyhur yang Syaikh kita telah mendapat ijazah darinya, dan di sana terdapat ramai lagi yang tidak disebutkan. Pada As-sayyid Muhammad Alawi, seseorang akan mendapati nilai terbaik dari para Masyaikh ini dalam pelabagai latarbelakang dan pengkhususan.

Karier Mengajar

Kalimah karier sebenarnya mungkin tidak sesuai untuk digunakan untuk menggambarkan aktiviti mengajar As-Sayyid Muhammad, kerana kalimah ini amat hampir kaitannya dengan keuntungan material. Sementara beliau, seperti mana Masyaikh tradisi yang lain, juga seperti keturunannya sebelum beliau, mengajar hanya kerana Allah dan tidak mengharapkan keuntungan material langsung.

Malahan, beliau menempatkan sejumlah besar pelajar di rumahnya sendiri, menyediakan untuk mereka makan minum, penginapan, pakaian, kitab-kitab serta segala keperluan mereka. Sebagai balasan, mereka hanya diminta mengikuti peraturan dan etika penuntut ilmu agama yang suci. Pelajar-pelajar ini biasanya menetap bersama beliau bertahun-tahun lamanya, mempelajari pelbagai cabang ilmu Islam, dan seterusnya kembali ke negeri masing-masing. Ratusan dari para pelajar telah menuntut di kaki beliau dan telah menjadi pelopor pengetahuan Islam dan kerohanian di negara mereka, terutamanya di Indonesia, Malaysia, Mesir, Yaman dan Dubai.

Bagaimanapun apabila pulang dari Al-Azhar, beliau dilantik sebagai Profesor Pengajian Islam di Universiti Ummul Qura di Makkah, yang mana beliau telah mengajar sejak tahun 1970.

Pada tahun 1971, sebaik bapanya meninggal dunia, para ulamak Makkah meminta beliau untuk menggantikan tempat bapanya sebagai guru di Masjidil Haram. Beliau menerimanya, lantas menduduki kedudukan yang telah diduduki oleh keluarganya lebih dari seabad. Beliau juga kadang kala mengajar di Masjid Nabi di Madinah. Kuliah pengajian beliau merupakan kuliah yang paling ramai dihadiri di kedua-dua Tanah Haram.

Bagaimanapun pada awal tahun 80-an, beliau telah mengosongkan kedudukan mengajarnya di Universiti Ummul Qura juga kerusi warisannya di Masjidil Haram, memandangkan fatwa dari sebahgian ulamak fanatik fahaman Wahhabi, yang menganggap kewujudannya sebagai ancaman kepada ideologi dan kekuasaan mereka.

Sejak itu, beliau mengajar kitab-kitab agung Hadith, Fiqh, Tafsir dan tasawwuf di rumah dan masjidnya di Jalan Al-Maliki di Daerah Rusayfah, Makkah. Kuliah-kuliah umumnya antara waktu Maghrib dan Isyak dihadiri tidak kurang daripada 500 orang setiap hari. Ramai pelajarnya daripada Universiti menghadiri pengajiannya di waktu malam. Sehingga malam sebelum beliau meninggal dunia, majlisnya dipenuhi penuntut.

Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki amat dihormati oleh Kerajaan Arab Saudi dan selalu diminta nasihat dari Raja sendiri dalam urusan-urusan yang penting. Beliau juga dilantik sebagai ketua juri dalam Musabaqah Qur'an antarabangsa di Makkah selama tiga tahun berturut-turut.

Tulisan Beliau

Sayyid Muhammad merupakan seorang penulis prolifik dan telah menghasilkan hampir seratus buah kitab. Beliau telah menulis dalam pelbagai topik agama, undang-undang, social serta sejarah, dan kebanyakan bukunya dianggap sebagai rujukan utama dan perintis kepada topik yang dibicarakan dan dicadangkan sebagai buku teks di Institusi-institusi Islam di seluruh dunia.

Kita sebutkan sebahagian hasilnya dalam pelbagai bidang:

Aqidah:

1) Mafahim Yajib an Tusahhah

2) Manhaj As-salaf fi Fahm An-Nusus

3) At-Tahzir min at-Takfir

4) Huwa Allah

5) Qul Hazihi Sabeeli

6) Sharh ‘Aqidat al-‘Awam

Tafsir:

1) Zubdat al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an

2) Wa Huwa bi al-Ufuq al-‘A’la

3) Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi ‘Ulum al-Quran

4) Hawl Khasa’is al-Quran

Hadith:

1) Al-Manhal al-Latif fi Usul al-Hadith al-Sharif

2) Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi ‘Ilm Mustalah al-Hadith

3) Fadl al-Muwatta wa Inayat al-Ummah al-Islamiyyah bihi

4) Anwar al-Masalik fi al-Muqaranah bayn Riwayat al-Muwatta lil-Imam Malik

Sirah:

1) Muhammad (Sallallahu Alaihi Wasallam) al-Insan al-Kamil

2) Tarikh al-Hawadith wa al-Ahwal al-Nabawiyyah

3) ‘Urf al-Ta'rif bi al-Mawlid al-Sharif

4) Al-Anwar al-Bahiyyah fi Isra wa M’iraj Khayr al-Bariyyah

5) Al-Zakha’ir al-Muhammadiyyah

6) Zikriyat wa Munasabat

7) Al-Bushra fi Manaqib al-Sayyidah Khadijah al-Kubra

Usul:

1) Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi Usul al-Fiqh

2) Sharh Manzumat al-Waraqat fi Usul al-Fiqh

3) Mafhum al-Tatawwur wa al-Tajdid fi al-Shari‘ah al-Islamiyyah

Fiqh:

1) Al-Risalah al-Islamiyyah Kamaluha wa Khuluduha wa ‘Alamiyyatuha

2) Labbayk Allahumma Labbayk

3) Al-Ziyarah al-Nabawiyyah bayn al-Shar‘iyyah wa al-Bid‘iyyah

4) Shifa’ al-Fu’ad bi Ziyarat Khayr al-‘Ibad

5) Hawl al-Ihtifal bi Zikra al-Mawlid al-Nabawi al-Sharif

6) Al-Madh al-Nabawi bayn al-Ghuluww wa al-Ijhaf

Tasawwuf:

1) Shawariq al-Anwar min Ad‘iyat al-Sadah al-Akhyar

2) Abwab al-Faraj

3) Al-Mukhtar min Kalam al-Akhyar

4) Al-Husun al-Mani‘ah

5) Mukhtasar Shawariq al-Anwar

Lain-lain:

1) Fi Rihab al-Bayt al-Haram (Sejarah Makkah)

2) Al-Mustashriqun Bayn al-Insaf wa al-‘Asabiyyah (Kajian Berkaitan Orientalis)

3) Nazrat al-Islam ila al-Riyadah (Sukan dalam Islam)

4) Al-Qudwah al-Hasanah fi Manhaj al-Da‘wah ila Allah (Teknik Dawah)

5) Ma La ‘Aynun Ra’at (Butiran Syurga)

6) Nizam al-Usrah fi al-Islam (Peraturan Keluarga Islam)

7) Al-Muslimun Bayn al-Waqi‘ wa al-Tajribah (Muslimun, Antara Realiti dan Pengalaman)

8/ Kashf al-Ghumma (Ganjaran Membantu Muslimin)

9) Al-Dawah al-Islahiyyah (Dakwah Pembaharuan)

10) Fi Sabil al-Huda wa al-Rashad (Koleksi Ucapan)

11) Sharaf al-Ummah al-Islamiyyah (Kemulian Ummah Islamiyyah)

12) Usul al-Tarbiyah al-Nabawiyyah (Metodologi Pendidikan Nabawi)

13) Nur al-Nibras fi Asanid al-Jadd al-Sayyid Abbas (Kumpulan Ijazah Datuk beliau, As-Sayyid Abbas)

14) Al-‘Uqud al-Lu’luiyyah fi al-Asanid al-Alawiyyah (Kumpulan Ijazah Bapa beliau, As-Sayyid Alawi)

15) Al-Tali‘ al-Sa‘id al-Muntakhab min al-Musalsalat wa al-Asanid (Kumpulan Ijazah)

16) Al-‘Iqd al-Farid al-Mukhtasar min al-Athbah wa al-Asanid (Kumpulan Ijazah)

Senarai di atas merupakan antara kitab As-Sayyid Muhammad yang telah dihasilkan dan diterbitkan. Terdapat banyak lagi kitab yang tidak disebutkan dan juga yang belum dicetak.

Kita juga tidak menyebutkan banyak penghasilan turath yang telah dikaji, dan diterbitkan buat pertama kali, dengan nota kaki dan komentar dari As-Sayyid Muhammad. Secara keseluruhannya, sumbangan As-Sayyid Muhammad amat agung.

Banyak hasil kerja As-Sayyid Muhammad telah diterjemahkan ke pelbagai bahasa.

Aktiviti lain

As-Sayyid Muhammad merupakan seorang pembimbing kepada ajaran dan kerohanian Islam yang sebenar dan telah bermusafir ke serata Asia, Afrika, Eropah dan Amerika, menyeru manusia ke arah kalimah Allah dan Rasul terakhir-Nya Muhammad Sallahu Alaihi Wassalam.

Di Asia Tenggara khasnya, As-Sayyid Muhammad secara peribadi telah mengasaskan dan membiayai lebih 70 buah Sekolah Islam untuk melawan aktiviti dakyah Kristian. Sejumlah besar penganut Kristian dan Budha telah memeluk Islam di tangannya hanya setelah melihat Nur Muhammad yang bersinar di wajahnya.

Ke mana sahaja beliau pergi, para pemimpin, ulamak dan masyarakat di tempat tersebut akan menyambutnya dengan penuh meriah. Beliau seringkali memberi ceramah kepada ratusan ribu manusia.

Beliau amat disayangi dan dicintai oleh Muslimin di seluruh dunia, bukan sahaja kerana beliau keturunan Rasulullah, tetapi juga kerana ilmunya yang luas, hikmahnya, akhlak serta watak rohaninya. Beliau juga amat terkenal amat pemurah dengan ilmu, kekayaan dan masanya.

Pendekatan

As-Sayyid Muhammad mengikuti dan menyelusuri tradisi arus utama dan majoriti Islam, jalan Ahlu Sunnah Waljamaah, jalan toleransi dan sederhana, pengetahuan dan kerohanian, serta kesatuan dalam kepelbagaian.

Beliau percaya kepada prinsip berpegang dengan empat mazhab yang masyhur, tetapi tanpa fanatik. Beliau mengajar rasa hormat kepada ulamak dan Awliyak agung yang lepas.

Beliau menentang sikap sewenang-wenangnya mengatakan Muslim lain sebagai Kafir dan Musyrik, yang telah menjadi tanda dan sifat utama sebahagian fahaman hari ini.

Beliau amat menentang dan kritis terhadap mereka yang digelar reformis (Islah) abad ke-20 yang dengan mudah ingin menghapuskan Islam generasi terdahulu menggunakan nama Islam yang suci.

Beliau juga memahami bahawa mencela kesemua Ash'ari, atau kesemua Hanafi, Syafi'e dan Maliki, kesemua sufi, seperti mana yang dilakukan oleh sebahagian fahaman hari ini adalah sama dengan mencela keseluruhan Ummah Islam ribuan tahun yang lampau. Ia hanya merupakan sifat dan pendekatan musuh Islam, dan bukannya rakan.

Sayyid Muhammad juga amat mempercayai bahawa ulamak –ulamak Mazhab yang agung - mengikuti Sunni-Sufi - sejak beratus tahun yang lalu, adalah penghubung kita kepada Al-Quran dan Assunnah, dan bukanlah penghalang antara keduanya dengan kita, seperti yang dipercayai sesetengah pihak.

Kefahaman yang benar berkenaan Al-Quran dan Sunnah ialah kefahaman yang berasaskan tafsiran para ulamak agung Islam, dan bukan dengan sangkaan para ekstrimis zaman moden ini yang tidak berfikir dua kali sebelum mencela majoriti Muslim di seluruh dunia. Sayyid Muhammad juga berpendapat majoriti ummah ini adalah baik. Kumpulan-kumpulan minoriti yang fanatiklah yang perlu mengkaji semula fahaman ekstrim mereka.

Sayyid Muhammad merupakan pendukung sebenar Sufi yang berasaskan Syariah, Sufi para Awliya' agung dan solehin ummah ini. Beliau sendiri merupakan mahaguru kerohanian di tingkat yang tertinggi, berhubungan dengan kebanyakan peraturan kerohanian Islam, melalui para Masyaikh Tariqah yang agung.

Beliau turut mempercayai bahawa membaca Zikir, samaada secara bersendirian atau berkumpulan, adalah bahagian penting dalam kerohanian seseorang. Semua pelajarnya dimestikan bertahajjud dan membaca wirid pagi dan petang.

Sayyid Muhammad juga beranggapan, ummat Islam perlu menggunakan segala hasil yang ada untuk meningkatkan taraf ummah mereka dari sudut kerohanian, masyarakat dan juga material, dan tidak membuang masa yang berharga dengan berbalah pada perkara-perkara kecil. Beliau percaya Muslim tidak seharusnya mencela satu sama lain dalam perkara yang telah diselisihkan oleh para ulamak. Mereka sebaliknya perlu berganding bahu bersama untuk memerangi apa yang telah disepekati sebagai kejahatan dan dosa.

Pandangan dan pendirian Sayyid Muhammad ini digambarkan dalam tulisannya yang terkenal, Mafahim Yajib An Tusahhah (Kefahaman Yang Perlu Diperbetulkan), sebuah buku yang mendapat penghargaan meluas di seluruh dunia Islam dan diiktiraf tinggi di lingkaran para ulamak.

Penutup

Tidak diragui lagi, kehadiran Sayyid Muhammad Alawi merupakan rahmat buat ummah ini. Beliau merupakan waris kepada kekasih kita Nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wasallam dari sudut darah daging serta kerohanian. Masyarakat Makkah dan Madinah teramat mencintai beliau seperti mana dilihat pada solat jenazah beliau.

Siapa sahaja yang pernah menemui beliau jatuh cinta dengan beliau. Rumahnya di kota suci Makkah sentiasa terbuka sepanjang tahun untuk ulamak dan para penuntut yang menziarahi, ribuan orang yang menuju kepadanya. Beliau juga tidak kenal erti takut dalam berkata yang benar dan telah mengalami detik-detik kepayahan kerana kebenaran. Walaubagaimanapun pertolongan Allah kelihatan sentiasa bersama dengannya. RadhiyAllahu Anhu WaArdhaah. Ameen.

Maklumat lanjut kehidupan dan pencapaiannya boleh dirujuk biografinya yang hebat bertajuk, Al-Maliki 'Alim Hijjaz, karangan penulis dan sejarahwan terkenal Makkah, Dr Zuhayr Kutbi.

Pemergiannya

Beliau telah meninggalkan kita pada hari Jumaat, 15 Ramadhan (bersesuaian dengan doanya untuk meninggal dunia pada bulan Ramadhan), dalam keadaan berpuasa di rumahnya di Makkah. Kematiannya amat mengejutkan.

Benar.. Ia adalah satu kehilangan yang besar.. Ucapan takziah diucapkan dari seluruh dunia Islam. Solat janazah beliau dilakukan di seluruh pelusuk dunia.

Beliau telah pergi pada bulan Ramadhan dan pada hari Jumaat.

Saya adalah antara yang menunaikan solat jenazah (pertama di rumah beliau diimamkan oleh adiknya As-Sayyid Abbas, dan seterusnya di Masjidil Haram dengan Imam Subayl)... Ratusan ribu manusia membanjiri upacara pengebumiannya. Semua orang menangis dan sangat bersedih... Ia merupakan satu situasi yang tidak dapat dilupakan... Allahu Akbar...

Betapa hebatnya beliau... betapa besarnya kehilangan ini... Betapa ramainya yang menyembahyangkannya... Saya tahu mata saya tidak pernah menyaksikan seorang spertinya... Seorang yang amat dicintai oleh masyarakat seperti beliau... seorang ulamak yang berkaliber dan berpengetahuan serta berhikmah...

Terdapat sekurang-kurangnya 500 orang tentera diperintah oleh kerajaan Arab Saudi di perkuburan Ma'ala untuk mengawal ribuan orang yang menangisinya. Kerabat diraja juga turut hadir. Para manusia menempikkan Kalimah dengan kuat sepanjang uapcara pengebumian beliau, memenuhi Makkah dari Masjidil Haram sehingga ke tanah perkuburan.

Beliau disemadikan di sebelah bapanya, berhampiran maqam nendanya Sayyidah Khadijah. Sebelum beliau meninggal dunia, beliau ada menghubungi seorang pelajar lamanya di Indonesia melalui telefon dan bertanyanya adakah dia akan datang ke Makkah pada bulan Ramadhan. Apabila dia menjawab tidak, Sayyid Muhammad bertanya pula, "tidakkah engkau mahu menghadiri penegebumianku?"

Tepat sekali, beliau pergi pada bulan Ramadhan di pagi Jumaat... apakah lagi bukti yang diperlukan menunjukkan penerimaan Allah?! Makkah menangisi pemergiannya... Seluruh dunia Islam menangisi kehilangannya. Moga Allah menganugerahkan beliau tempat yang tertinggi di Jannah, bersama-sama kekasihnya dan datuknya Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam. Ameen.

Selesai diterjemah pada :

1.20 Petang, 26 Ramadhan 1425H di Haiyyu Sabiek, Kaherah.

Wallahu A'lam. Wassollahu Ala Saiyidina Rasulillah WaAla Alihi Wasohbihi Waman Walah, Walhamdulillahi Rabbil 'Alamin.

Quote:
ramai bebudak mesia pi ngaji kat dia....ana difahamkan....yg herannya bebudak mesia yg ngaji di madinah dan makkah(dan saudi) tak ngaji pun kat sheikh....



Soalan ni, saya pun tak tau nak jawab, kena tanya mereka dan keluarga mereka...

Sheikh Nuruddin pun tak leh ngajaq kat Mekah, walau pun belajar lama di Mekah, sebabnya tak ikut manhaj wahabi. Kalau nak ngajar di Mekah, kena guna manhaj wahabi

Tapi, memang kerajaan saudi amat gerun la ngan dia. Sebab dia berjuang mengembalikan kepada manhaj asal ASWJ. Tu baru sorang seperti Syed Muhammad Alwi, kalau ada berpuluh macam dia...

waAllhua'lam.

"Labuhkan cinta pada ALLAH nescaya tenang mengharung badai ombak hidup berkapalkan ISLAM berlayarkan IMAN pasti menuju destinasi BERKAT akhirnya sauh akan jatuh di pelabuhan TAQWA d negeri JIHAD yg ramai didiami para syuhada'"

[ Posting ini telah di edit oleh: anNaQshY pada 2005-04-27 16:37 ]

Bookmark and Share

    


  Member Information For anNaQshYProfil   Hantar PM kepada anNaQshY   Pergi ke anNaQshY's Website   Quote dan BalasQuote

ABg_IMaM

Menyertai: 10.09.2003
Ahli No: 3444
Posting: 2187
Dari: Seremban

NegeriSembilan  


posticon Posting pada: 27-04-05 22:55




mudah2an satu masa nanti Haramain akan kembali ke AWSJ...insya-Allah....

berazamlah kita sama2 berzikir jemaah di Masjid al-Haram dan Masjid Nabawi satu masa nanti...

moga2 nanti tahlil,berzanji,marhaban dan lain2 amalan baik akan kembali semarak di sana nanti....depan Kaabah dan makam Nabi s.a.w.

insya Allah...amin ya rabbal 'alamin...

Bookmark and Share

    


  Member Information For ABg_IMaMProfil   Hantar PM kepada ABg_IMaM   Quote dan BalasQuote

rahabiah
Warga 3 Bintang
Menyertai: 18.11.2003
Ahli No: 5217
Posting: 76

egypt   avatar


posticon Posting pada: 11-05-05 21:05




Sekali lagi ana suka menaikkan kembali thread ini kerana menyedari betapa pentingnya tajuk yg diberikan. Betapa gerakan neo-salafi ini telah merebak ke negara kita, terutamanya melalui laman-laman web serta buku-buku mereka yang tidak dibendung. Selain itu mereka juga rajin menganjurkan seminar2 di pusat-pusat pengajian tinggi serta memberikan kuliah di surau-surau dan rumah-rumah (memandangkan biasanya mereka ini digam oleh jabatan agama).

Bersama-samalah kita menyedarkan diri dan sahabat-sahabat agar tidak terjebak dengan dakyah mereka ini dan berpeganglah dengan ajaran al-quran dan assunnah seperti mana yang difahami oleh ulamak kita terdahulu.

Bookmark and Share

    


  Member Information For rahabiahProfil   Hantar PM kepada rahabiah   Quote dan BalasQuote

Atif_Haziq
Warga 4 Bintang
Menyertai: 22.12.2004
Ahli No: 13220
Posting: 203
Dari: اللذي بركنا حوله

Terengganu  


posticon Posting pada: 02-07-05 21:07


assalamualaikum..
saya nak bagi sedikit komen pasal salafi ni...erm salafi itu tidak salah namun yang nampak tak berapa elok sikit ialah wahabi...kita tak boleh nak menafikan kaum salafi ini...sebab mereka ini telah dijamn nabi sebaik2 umat..iaitu dikalangan sahabt,tabiin dan tabi tabiin...jadi kita harus menyokong mereka kerana kalam mereka ini marfuk....

tapi yang jadi masalah sekarang ialah fahaman wahabi semakin menular...di negara kita malaysia..ini kerana fahaman ini tersebar dikalangan pelajar kita yang belajar di mekah dan madinah...dan cuba memasukkan fhmn mereka dan menolak fhmn lama yang memang betul...dan senario ini menampakkan kepada kita,akan berlaku satu perpecahan yang amat ketara dikalangan kita umat islam umunya dan rakyat kita dimalaysia khasnyer...jika kita mengkaji balik sejarah golongan wahabi ini...mereka bangkit selepas mendapat sokongan yang padu drpada kebangkitan as-syairah dan maturidiah...ttp sekarang mereka pula cuba nak memecahbelahkan fhmn ini...

saya tdk menyalahkan wahabi,namun mereka ini terlalu taksub dengan satu pendapat sahaja...mereka enggan menerima pendapat lain..dan kadang-kadang kalau kita lihat siaran tazkirzh dalam rencana saudi,mereka ini tdk mengenengahkan pendapat ulama lain...dan ini adalah satu perbuatan yang tidak elok...dan mereka selalu berbincang benda2 yang furu' yang tak perlulah kita bahaskan lagi...

zaman sekarang,memerlukan kita berfikir untuk lebih menjaga kemaslahatan umum...jangan kita jumudkan peikiran kita dengan hanya tertumpu pada ibadat semata...dan kita luaskan balik konsep ibadat itu sendiri..biar umat islam terus maju...kalaulah saudi itu betul2 nak mempertahankan kesalafian mereka Kenapa tdk ada aper2 tindakan dari mereka untuk melawan atau menolong bangsa arab ditindas seperti iraq,palestin....

lagi satu,untuk kita nak memberi hukum sesuatu masalah,ini berkaitan dengan masalah usul fiqh.jika kita lihat...wahabi banyak menghukum mengguna maksud zahir hadis tersebut...tanpa melihat mcmaner wujuh istidlal dalam setiap perkara...sebab itu ramai ulama wahabi berkhilaf pendapat dalam masalah2 dengan ulama fiqh...dan yang lebih utama berhukum ialah ulama fiqh....jadi sekadar tu dulu untuk kali ni.....wslm

Bookmark and Share

    


  Member Information For Atif_HaziqProfil   Hantar PM kepada Atif_Haziq   Quote dan BalasQuote

Atif_Haziq
Warga 4 Bintang
Menyertai: 22.12.2004
Ahli No: 13220
Posting: 203
Dari: اللذي بركنا حوله

Terengganu  


posticon Posting pada: 02-07-05 21:08


assalamualaikum..
saya nak bagi sedikit komen pasal salafi ni...erm salafi itu tidak salah namun yang nampak tak berapa elok sikit ialah wahabi...kita tak boleh nak menafikan kaum salafi ini...sebab mereka ini telah dijamn nabi sebaik2 umat..iaitu dikalangan sahabt,tabiin dan tabi tabiin...jadi kita harus menyokong mereka kerana kalam mereka ini marfuk....

tapi yang jadi masalah sekarang ialah fahaman wahabi semakin menular...di negara kita malaysia..ini kerana fahaman ini tersebar dikalangan pelajar kita yang belajar di mekah dan madinah...dan cuba memasukkan fhmn mereka dan menolak fhmn lama yang memang betul...dan senario ini menampakkan kepada kita,akan berlaku satu perpecahan yang amat ketara dikalangan kita umat islam umunya dan rakyat kita dimalaysia khasnyer...jika kita mengkaji balik sejarah golongan wahabi ini...mereka bangkit selepas mendapat sokongan yang padu drpada kebangkitan as-syairah dan maturidiah...ttp sekarang mereka pula cuba nak memecahbelahkan fhmn ini...

saya tdk menyalahkan wahabi,namun mereka ini terlalu taksub dengan satu pendapat sahaja...mereka enggan menerima pendapat lain..dan kadang-kadang kalau kita lihat siaran tazkirzh dalam rencana saudi,mereka ini tdk mengenengahkan pendapat ulama lain...dan ini adalah satu perbuatan yang tidak elok...dan mereka selalu berbincang benda2 yang furu' yang tak perlulah kita bahaskan lagi...

zaman sekarang,memerlukan kita berfikir untuk lebih menjaga kemaslahatan umum...jangan kita jumudkan peikiran kita dengan hanya tertumpu pada ibadat semata...dan kita luaskan balik konsep ibadat itu sendiri..biar umat islam terus maju...kalaulah saudi itu betul2 nak mempertahankan kesalafian mereka Kenapa tdk ada aper2 tindakan dari mereka untuk melawan atau menolong bangsa arab ditindas seperti iraq,palestin....

lagi satu,untuk kita nak memberi hukum sesuatu masalah,ini berkaitan dengan masalah usul fiqh.jika kita lihat...wahabi banyak menghukum mengguna maksud zahir hadis tersebut...tanpa melihat mcmaner wujuh istidlal dalam setiap perkara...sebab itu ramai ulama wahabi berkhilaf pendapat dalam masalah2 dengan ulama fiqh...dan yang lebih utama berhukum ialah ulama fiqh....jadi sekadar tu dulu untuk kali ni.....wslm

Bookmark and Share

    


  Member Information For Atif_HaziqProfil   Hantar PM kepada Atif_Haziq   Quote dan BalasQuote

Member Messages

Forum Search & Navigation

 

Log in to check your private messages

Silakan Login atau Mendaftar





  


 

[ Carian Advance ]

Jum ke Forum 




Datacenter Solution oleh Fivio.com Backbone oleh JARING Bukan Status MSCMyPHPNuke Portal System

Disclaimer: Posting dan komen di dalam Portal Komuniti Ukhwah.com ini adalah menjadi hak milik ahli
yang menghantar. Ia tidak menggambarkan keseluruhan Portal Komuniti Ukhwah.com.
Pihak pengurusan tidak bertanggung jawab atas segala perkara berbangkit
dari sebarang posting, interaksi dan komunikasi dari Portal Komuniti Ukhwah.com.


Disclaimer: Portal Komuniti Ukhwah.com tidak menyebelahi atau mewakili mana-mana parti politik
atau sebarang pertubuhan lain. Posting berkaitan politik dan sebarang pertubuhan di dalam laman web ini adalah menjadi
hak milik individu yang menghantar posting. Ia sama-sekali tidak ada
kena-mengena, pembabitan dan gambaran sebenar pihak pengurusan Portal Komuniti Ukhwah.com

Portal Ukhwah
Hakcipta 2003 oleh Ukhwah.com
Tarikh Mula: 14 Mei 2003, 12 Rabi'ul Awal 1424H (Maulidur Rasul)
Made in: Pencala Height, Bandar Sunway dan Damansara Height
Dibina oleh Team Walasri




Loading: 0.115843 saat. Lajunya....