Welcome To Portal Komuniti :: Ukhwah.com

  Create An Account Home  ·  Topik  ·  Statistik  ·  Your Account  ·  Hantar Artikel  ·  Top 10 02-07-2020  

  Login
Nickname

Password

>> Mendaftar <<

  Mutiara Kata
Semua orang boleh menjadi guru, tak semua guru boleh menjadi pendidik
-- Kata Bijaksana

  Menu Utama

  Keahlian Ukhwah.com
Terkini: wyd1014
Hari Ini: 0
Semalam: 0
Jumlah Ahli: 43135

  Sedang Online
Sedang Online:
Tetamu: 60
Ahli: 0
Jumlah: 60




  Yang Masuk Ke Sini
kasih_kekasih: 15 jam, 52 minit yang lalu
wyd1014: 8 hari yang lalu
haykal77: 17 hari yang lalu
Kakngah: 17 hari yang lalu
lidah-penghunus: 18 hari yang lalu


Jejak Nasyid
Topik: Ketika Tangan dan Kaki Berkata - Chrisye (Lagu Tema Sinetron Jalan Lain Ke Sana)


Carian Forum

Moderator: Administrator
Portal Komuniti :: Ukhwah.com Indeks Forum
  »» Jejak Nasyid
    »» Ketika Tangan dan Kaki Berkata - Chrisye (Lagu Tema Sinetron Jalan Lain Ke Sana)

Please Mendaftar To Post


Oleh Ketika Tangan dan Kaki Berkata - Chrisye (Lagu Tema Sinetron Jalan Lain Ke Sana)

Uswah_teladan
Warga 4 Bintang
Menyertai: 18.06.2007
Ahli No: 30310
Posting: 168
Dari: Sandakan

Sabah   avatar


posticon Posting pada: 10-02-08 22:47


Hayatilah lagu ini dengan sebenar-benarnya...

http://profil-insan.blogspot.com/2008/02/chrisye-1949-2007-ketika-tangan-dan.html

http://filemislam.blogspot.com/2008/02/ketika-tangan-dan-kaki-berkata-chrisye.html

Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lagi

Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya

Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggungjawab tiba

Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Dijalan cahaya
Sempurna

Mohon karunia
Kepada kami
Hamba-Mu yang hina

Lagu: Chrisye
Lirik: Taufiq Ismail

Itulah bait-bait lagu dari salah satu untaian nada almarhum Chrisye, Ketika Tangan dan Kaki Berkata. Sungguh sangat dalam maknanya. Pantas kalau Chrisye dalam pengakuannya mengatakan bahwa lagu ini merupakan salah satu lagu yang membuat dia berkali-kali mengulanginya untuk bisa menyelesaikan bait-bait lagu itu. Cucuran airmata Chrisye mengganggunya untuk menyelesaikan bait-demi bait, membuat dia ‘complain’ dan mengadu pada Taufik Ismail sang penggubah lagu.

Lagu itu juga dijadikan sebagai lagu tema untuk sinetron Jalan Lain Ke Sana lakonan Sahrul Gunawan. Memang tepat lagu itu dijadikan sebagai lagu tema untuk sinetron itu.

Pantas kalau Chrisye dalam pengakuannya mengatakan bahwa lagu ini merupakan salah satu lagu yang membuat dia berkali-kali mengulanginya untuk bisa menyelesaikan bait-bait lagu itu. Cucuran airmata Chrisye mengganggunya untuk menyelesaikan bait-demi bait, membuat dia ‘complain’ dan mengadu pada Taufik Ismail sang penggubah lagu.Pantas sangat dalam, selain karena di gubah oleh seorang sastrawan yang tidak diragukan kafabilitasnya, lagu ini di adopsi Taufik dari untaian kata ‘Sang Maha Pujangga’ dalam Surat Yasin.

Paduan antara Chrisye sang legenda lagu-lagu melankolis dan Taufik sang sastrawan, membuat lahirnya sebuah lagu yang syahdu yang bisa membuat diri merinding dan sadar akan tanggung jawab di akhirat kelak.

Chrisye adalah seorang pelantun musik yang mendasarkan karirnya pada cinta. Kecintaannya pada bermain musik membuat dia perang bathin ketika ayahnya menginginkan dia untuk jadi diri yang lain, bukan pemusik. Dilema Chrisye antara menghormati keinginan sang ayah dan kecintaannya kepada musik membuat dia jatuh sakit. Untung sang ayah adalah orang yang bijak, yang mengerti kemauan anaknya yang punya semangat baja untuk berkarir dalam jalur musik. Dan Chrisye tidak salah…

Sampai sekarang, sejarah, khususnya orang-orang Indonesia, mencatat Chrisye sebagai seorang legenda. Suara khasnya, lirik-lirik lagunya, ‘kelebihannya’ yang tidak bisa berjoged ketika bernyanyi, tak mudah dilupakan orang.

Bait lagu diatas dan bagaimana Chrisye menyanyikannya merupakan salah satu bukti totalitasnya dalam bermusik. Meresapi makna-makna yang terkandung di dalamnya sambil mendengarkan suara khasnya dipentas layar dunia ‘youtube’ dikeheningan malam akan membuat pendengarnya larut. Larut dalam pengembaraan spiritualitas menatap masa dimana ‘kaki dan tangan bicara’ untuk mempertanggungjawabkan jalan kehidupan yang dilaluinya.

Mudah-mudahan lantunan Chrisye bisa mengalirkan pahala bagi sang ‘muallaf’ diakhirat sana, Amin. Bukankah Nabi pernah mengatakan ‘man sanna sunatan hasanatan falahu ajruha waajru man amila ba’dah’ (barangsiapa meretaskan jalan kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala dari pekerjaannya dan juga mendapatkan pahala orang-orang yang mengikutinya). Sebutir keinsyafan dari seorang anak manusia karena mendengarkan lagu itu, mudah-mudahan menjadi ibadah bagi sang legenda. Semoga…!

Kisah Di Sebalik Lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata
Oleh: Taufiq Ismail

Di tahun 1997, saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, "Bang, saya punyasebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas… Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?"

Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah. Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.

Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya hairan. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mahu dikatakan.

Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mahu bilang, " Chris, maaf ya, macet. Sorry." Saya akan kembalikan pita rekaman itu. Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin.
Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, A'udzubillahi minasy syaithonirrojim."Alyauma nakhtimu 'alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun" saya berhenti.

Maknanya, "Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan."
Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!
Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke lirik-lirik lagu tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai.
Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon," Chris, alhamdulillah selesai". Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut.

Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.

Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye, Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye: Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan.

Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi.Menangis lagi. Yanti (istri Chrisye) sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa takberdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya.

"Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65..." kata Taufiq.

Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya. Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi.

Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia , saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya. Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai.

Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!

Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!

Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benarbenar meluluhkan perasaan. Itulah pengalamanbatin saya yang paling dalam selama menyanyi.

Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna pengadilan hari akhir di hari kiamat kelak.

Mengenai menangis, menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.

Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya.
Chrisye terkejut. " Kenapa Bang, kurang?"

Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja. Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya.

Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar. "Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun ' kan?"

Saya fikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya solusi Chrisye saya terima. Chrisyesenang, saya pun senang.


-----------------
http://tamanulama.co.cc
http://potretulama.multiply.com


Bookmark and Share

    


  Member Information For Uswah_teladanProfil   Hantar PM kepada Uswah_teladan   Pergi ke Uswah_teladan's Website   Quote dan BalasQuote

Uswah_teladan
Warga 4 Bintang
Menyertai: 18.06.2007
Ahli No: 30310
Posting: 168
Dari: Sandakan

Sabah   avatar


posticon Posting pada: 23-02-08 12:58


Drama Jalan Lain Ke Sana ini merupakan drama yang saya sangat minati ketika mula-mula menonton siaran pertamanya di Astro .a pada tahun 2005. Sememangnya drama begini sangat bagus. Sinetron Jalan Lain Ke Sana ini mempunyai mesej keagamaan yang mendalam. Sangat berkesan lakonan drama dalam ini.

Selain itu, drama/sinetron berunsur keagamaan lain yang bagus ialah Ikhlas, Hikmah, Anak Cucu Adam, Suamiku Penjaga Masjid dan sebagainya. Sememangnya drama/sinetron Indonesia berunsurkan keagamaan sangat banyak, bermutu dan lakonannya yang sangat berkesan.

Drama melayu kita yang berunsurkan keagamaan pula tidak beberapa banyak, kebanyakannya tidak bermutu dan lakonannya tidak beberapa berkesan.

Sebenarnya, lagu tema sinetron Jalan Lain Ke Sana tersebut merupakan sebuah lagu nyanyian penyanyi legenda Indonesia, Chrisye yang berjudul Ketika Tangan dan Kaki Berkata. Memang tepat lagu itu dijadikan sebagai lagu tema sinetron tersebut, memandangkan judul sinetron, jalan cerita sinetron tersebut ada kaitan dengan lirik lagu tersebut. Lagu tersebut pun sangat saya minati. Dan ianya akan memberi kesan yang lebih mendalam lagi pada diri ini apabila mendengar lagu ini dan menonton sinetron ini.
Sebenarnya lagu ini ada kisah disebalik ciptaannya

Untuk download lagu tersebut, boleh download terus melalui link ini, http://potretulama.multiply.com/music/item/15/Ketika_Tangan_Dan_Kaki_Berkata_-_Chrisye_

Bookmark and Share

    


  Member Information For Uswah_teladanProfil   Hantar PM kepada Uswah_teladan   Pergi ke Uswah_teladan's Website   Quote dan BalasQuote

asroal
Warga 5 Bintang
Menyertai: 22.04.2006
Ahli No: 24359
Posting: 352
Dari: bumi ALLAH

france   avatar


posticon Posting pada: 05-03-08 15:57


emmm drama ini memang sgh menarik dan memberi kesan yang mendalam,islamic..memang banyak drama indonesia yang islamic,tapi Kalau kat malaysia,sangat susah nak jumpa,semua kisah cinta,cinta,cinta...tak tau lah apa nak jadi dengan negara kita ni...

Bookmark and Share

    


  Member Information For asroalProfil   Hantar PM kepada asroal   Quote dan BalasQuote

Member Messages

Forum Search & Navigation

 

Log in to check your private messages

Silakan Login atau Mendaftar





  


 

[ Carian Advance ]

Jum ke Forum 




Datacenter Solution oleh Fivio.com Backbone oleh JARING Bukan Status MSCMyPHPNuke Portal System

Disclaimer: Posting dan komen di dalam Portal Komuniti Ukhwah.com ini adalah menjadi hak milik ahli
yang menghantar. Ia tidak menggambarkan keseluruhan Portal Komuniti Ukhwah.com.
Pihak pengurusan tidak bertanggung jawab atas segala perkara berbangkit
dari sebarang posting, interaksi dan komunikasi dari Portal Komuniti Ukhwah.com.


Disclaimer: Portal Komuniti Ukhwah.com tidak menyebelahi atau mewakili mana-mana parti politik
atau sebarang pertubuhan lain. Posting berkaitan politik dan sebarang pertubuhan di dalam laman web ini adalah menjadi
hak milik individu yang menghantar posting. Ia sama-sekali tidak ada
kena-mengena, pembabitan dan gambaran sebenar pihak pengurusan Portal Komuniti Ukhwah.com

Portal Ukhwah
Hakcipta 2003 oleh Ukhwah.com
Tarikh Mula: 14 Mei 2003, 12 Rabi'ul Awal 1424H (Maulidur Rasul)
Made in: Pencala Height, Bandar Sunway dan Damansara Height
Dibina oleh Team Walasri




Loading: 0.0899 saat. Lajunya....